Kamis, 01 Desember 2011

Hari Pertama Sehari Bersama ‘’ Hemat beeb..! ‘’

Hari Pertama Sehari Bersama
‘’ Hemat beeb..! ‘’
By: Olla, 250511
Beberapa hari ini, “si pacar” selalu ngajakin gue untuk bisa meluangkan sedikit waktu dan kita bisa menikmatinya bersama. Karna setelah 9 bulan lebih jadian, kita tidak pernah jalan-jalan bersama kecuali makan malam bersama disekitar kampus, nonton film-film hasil download-an dikos, atau paling jauh yah nonton ke bioskop. Maklumlah, inilah cara kami berpacaran mahasiswa perantauan yang jauh dan masih menerima kiriman orang tua setiap bulannya. Dan kami juga sebenarnya bisa dikatakan dua sejoli yang memiliki kehidupan yang sederhana..Alhamdulillah.
By the way, jarang-jarang banget dikampus ini kita bisa merasakan liburan panjang sambil menikmati perjalanan waktu tanpa kesibukan, aktivitas, dan tugas kampus yang terkadang terasa sangat melelahkan. Hari ini liburan tanggal merah dihari selasa, artinya kami punya kesempatan langka untuk menikmati liburan ditengah kesibukan kampus, karna bonus 1 hari liburan dihari senin dan sabtu karna tidak adanya kegiatan perkuliahan.
Sehari sebelumnya “si pacar” udah wanti-wanti gue banget supaya besoknya, liburan waisak kita bisa jalan-jalan seharian. Karena jarang sekali kita bisa melalui hari-hari seperti ini. Sekali lagi, selain karna kita sama-sama disibukkan dengan aktivitas kuliah dan organisasi masing-masing selain itu ya agar bisa menghemat juga sih. Hitung-hitung kalo keseringan pergi jalan-jalan, mending uangnya bisa dihemat atau ditabung. Begitulah cara kami berpacaran, tidak banyak tempat yang dikunjungi tapi setiap hari yang kita lalui selalu terasa menyenangkan meskipun diselangi dengan pertengkaran kecil atau semacamnya. J
Karna ajakan dan kesempatan langka ini, gue pun setuju dengan ajakan “si pacar”untuk jalan seharian dan keluar dari hingar bingar kota Bogor, khususnya kabupaten padat seperti Dramaga ini. Sebelum hal ini terjadi, pagi itu kami sempat akan membatalkan janji ini karena ada beberapa hal yang tak terduga terjadi saat itu. Dimulai dengan “si pacar” yang ternyata ada tugas dan deadline hari itu juga dan ajakan dadakan dari  temen gue semalam sebelumnya. Gue sempat mengiyakan ajakan valent untuk main badminton dipagi harinya, karena gue sempat melupakan (red: tidak sengaja) janji sama “si pacar” dan malahan juga mengajaknya (pacar) agar pagi itu juga bisa ikut olahraga pagi. Karena sudah terlanjur mengiyakan kedua ajakan tersebut, maka sebelum berangkat ke Jakarta sama “si pacar”, gue nyempatin maen badminton dulu sama sahabat gue valent.
Awalnya hari itu, Dwi ngajakin gue pergi ke Kebun Binatang Ragunan. Tapi diperjalanan kita merubah tujuan semula. Ngga tau knapa hari itu gue pengen banget menikmati suasana pantai, yang akhirnya membawa kami nyasar ke Pantai Ancol.
Hari ini terasa sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang pernah kita lalui, sehari ini gue seneng banget bisa jalan sama “si pacar”. Kami sangat menikmati perjalanan dari Bogor sampai ke Ancol, dan juga karena kami telah melewati begitu banyak peristiwa yang sangat lucu dan berkesan ataupun yang mengharukan kita berdua.

Sayangnya, perjalanan kami ini tidak memiliki persiapan yang banyak, mulai dari perencanaan yang matang (yang awalnya ingin ke ragunan berubah rencana kerumaha kakanya “si pacar” sampai pada akhirnya kami merubah tujuan perjalanan ke Pantai Ancol), dan yang paling krusial adalah persiapan financial kami yang tidak begitu baik pada hari ini. J Namun, semua itu tidak berpengaruh banyak terhadap lancarnya perjalanan dan kebahagian kami pada hari ini. Meskipun sempat mengubah rencana tujuan kami tetap bisa senang dan sangat menikmati perjalanan hari ini. Meskipun financial kami sedang tidak baik pada hari ini, kami masih bisa sangat menikmati semua keindahan alam yang ampuh merefresh kembali otak kami pada hari itu (meskipun karena alas an financial ini kami tidak bisa menikmati sepenuhnya fasilitas ditempat wisata tersebut). But well, kami sangan enjoy pada hari ini, kami sangat berbahagia. Berbeda dengan hari-hari biasanya gue selalu menjadi peran antagonis dalam hubungan kami, tapi pada hari ini gue sangat merasakan bahagia bersama “si pacar”.
Karena alas an itu lah perjalanan kami bagaikan perjalanan sepasang sijoli yang agak sedikit memaksa, sehingga intensitas kata “hemat beb” menjadi lebih sering dilontarkan, tidak banyak disesali tapi itulah kenyataannya. Kami senang. Mengahrukan bukan??
Ada satu kejadian yang membuat gue gak berhenti tertawa, pada saat kami ingin meminjam sepeda di sebuah shelter sepeda untuk bisa menikmati keindahan sore hari di Pantai Ancol. Terjadilah sebuah percakapan pendek antara “si pacar” mas-mas penjaga shelter sepeda. Ketika kami menghampiri tempat itu, ternyata ada salah satu syarat agar kami bisa meminjam sepeda tersebut yaitu dengan menyerahkan kartu SIM. Namun, tidak banyak berpikir panjang sebelumnya dengan antusias “si pacar” mendekati tempat itu dan bertanya.
“Mas, saya mau meminjam sepeda disini tapi say tidak punya sim. Boleh pakai kartu identisa lainnya?”, kata “si pacar”.
“Maaf mas, gak bisa”, jawab “si penjaga”.
“Kalo pake KTP atau KTM, boleh ga mas??”
“Maaff mass, gakk bisaa J”, dengan senyum mas “si penjaga” menjawab lagi.
Mendengar jawaban itu “si pacar” kembali menghampiri gue dan menceritakan semuanya. “saying, kita gak bisa pinjem sepedanya karena SIM aku hilang. Jadi gimana? Gak pa apa  kan saying?”, kata pacarku.
“Yah, sayang masa iya sih kita ga boleh pinjem sepedanya? Aku kan pengen banget keliling sini diboncengin sepeda sama kamu.”
……… suasana berubah mejadi tenang.
“Naah… “ gue nyeletuk karena baru saja terpikirkan sebuah ide yang rasa-rasanya ini adalah ide yang sangat cemerlang. “gimana kalo kita tetep pinjem sepedanya yang, tapi gak pake SIM?”.
“Maksud kamu, pake KTP atau KTM, gitu?”.
 ”Hmmm…” aku diam sambil agak setengah setuju karena ide yang sebenarnya bukan dengan menggati jaminan dengan kartu KTP atau KTM.
Lalu si pacar berkata lagi “sayang, tadi kan aku udah nyoba, tapi kata mas-masnya gak bisa..”.
“bukan gitu yang, maksud aku kita pake SIM kamu aja, SIM selam siapa tau aja bisa kaan??”. Sambil agak sedikit tersenyum licik plus girang gak jelas.
 “Si pacar” kemudian menggapi ide cemerlang gue ini.“hahaha..kamu bener juga ya yang, ntar yah aku coba tanyain”. Kamudian dengan masih tersenyum girang dia kembali ke tempat itu dan bertanya. “Mas, saya punya SIM selam, apa boleh saya pinjem sepedanya dengan jaminan SIM selam saya mas??”
Kontak saja “si penjaga” itu tertawa geli mendengarnya, dan gue yang mendengar dari belakangnya juga ikutan tertawa bahak. “Lah kalo gitu mas, sepeda berate gak dipake di darat dong tapi dipake buat selam..”. Pada saat itu, percakapan ini membuat semua orang disekitar tempat itu menjadi tertawa, kami merasa malu tapi tetap menikmatinya karena kejadian inilah yang membuat perjalanan kami hari ini terasa lebih menyenangkan dan lebih berkesan. I’ll always love you with what everything you are :*

1 komentar: