Dinamika Ardilla dan Adi..
by: Olla
(071211. 10.50pm)
Hallo...semua, kali ini Ardilla tidak akan
menceritakan tentang apa yang ia lakukan sehari ini, tapi sedikit bercerita
tentang apa yang dia rasakan. Ardilla sama seperti perempuan lainnya, meskipun
kesehariannya ia adalah seorang yang sangat keras dan cuek, tapi ternyata dia
juga bisa menjadi sangat sensitive dan susah untuk tidak menghiraukan apa yang
terjadi disekelilingnya. Malam ini Ardilla, merasakan prilaku yang berbeda dari
Adi pacarnya. Ardilla merasa pacarnya terlalu sibuk dengan dirinya sendiri dan
tidak begitu menghiraukan dirinya. Padahal memang Adi, pacarnya saat itu sedang
disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akademik dan non-akademik yang sedang ia
tekuni, bahkan tak juga jarang ia menceritakan semuanya kepada Ardilla. Namun,
Ardilla tetaplah seorang perempuan yang kadangkala dari semua hal yang
sebenarnya bisa ia mengerti dengan sebenar-benarnya dikepalanya, tapi
perasaannya selalu mendominasi segalanya. Sensitive memang, hatinya tidak dapat
menerima kalau kenyataanya Adi itu memang disibukan oleh semua kegiatannya dan
menganggap sikap Adi sangat berubah kepadanya. Terkadang Ardilla lebih sering
mengiyakan apa yang dia rasakan tentang Adi ketimbang apa yang ia pikirkan
tentang Adi. Terkadang ia berpikir wajar saja Adi lebih suka memiliki banyak
waktu dikampus dengan teman-temannya sehingga intensitas waktu mereka untuk
bertemu menjadi berkurang, meski Adi dan teman-temannya itu memang sedang
melakukan suatu hal yang sangat penting. Ya itulah perasaan sensitifnya sering
tiba-tiba muncul dan ia merasa tidak terima kalau ia menjadi terabaikan oleh
Adi.
Tidak tahulah apa yang ada dipikirannya, apa ia
tidak pernah tahu betapa baiknya Adi kepadanya? Apakah ia tidak menyadari betapa
Adi meluangkan sekian waktunya untuk bisa bersama Ardilla, meski ditengah
kesibukan, kepenatannya dari semua aktivitas yang ia lakukan dikampus? Bahkan tak
jarang Adi, ditengah dan disela kesibukannya ia lari sejenak untuk menemui
Ardilla, ya katanya “sayang, aku lagi pusing dengan semua yang aku hadapi
dikampus sekarang. Aku kesini ingin bertemu kamu karena kalo aku ketemu sama
kamu kadang bisa bikin pikiran aku lebih baik”.
Ardilla sebenarnya adalah perempuan yang mudah
luluh, betapa senangnya ia mendengar kalimat itu diucapkan oleh pacarnya. Ketika
baiknya suasana hatinya Ardilla bisa mengatakan kalimat yang bisa membuat Adi
menjadi lebih tenang “iya sayang, aku ngerti dengan semua kesibukan kamu. Kamu harus
tetap semangat ya, aku yakin jagoanku pasti bisa melewati ini semua”. Bagi Adi
kalimat itu bisa seperti oase ditengah gurun jika diumpakan. Orang lain mungkin
dengan mudah berkata, mereka terlalu lebay dalam mengungkapkan perasaannya,
tapi memang itulah yang benar ia rasakan.
Namun, ketiga sifat egois Ardilla muncul lagi,
meski Adi melakukan banyak pengorbanan untuknya, selalu menemuinya disaat Adi
banyak kesibukan, selalu bisa membagi perhatiannya untuk Ardilla. Seakan-akan
semua itu tidak berarti untuknya, meski sebenarnya ia tahu itu aadalah bentuk
pengorbanan yang dilakukan oleh pacarnya itu. Terlalu berlebihan, kadang ia
tidak bisa terima ketika waktu Adi lebih banyak tercurahkan untuk semua
aktivitasnya meski disela itu selalu bisa menyempatkan untuknya. Ia berubah
menjadi sangat sensitive dan kalap. Ardilla, dengan segala kebutaannya bisa
marah hanya masalah waktu Adi sedikit terbagi untuknya. Itulah Ardilla. Tapi,
dibalik keras hatinya itu, tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya ia sangat
menyayangi Adi, pikirnya.
Lain cerita dengan Adi. Mungkin Adi berpikir,
bahwa Ardilla terlalu keras hatinya dan sangat egois. Wajar saja, karena memang
Ardilla lebih suka memperlihatkan sikap kerasnya dan ngambek sama Adi ketimbang
ia harus mengatakan “Aku sebenarnya, sangat membutuhkan kamu. Bahkan aku tidak
bisa hilang dari kamu meskipun aku tahu kamu ada dimana. Aku hanya ingin kamu
slalu ada didekatku”. Begitu tinggi gengsinya. Mungkin Adi tidak pernah
mengetahui, ketika Ardilla menjadi lebih sensitif disaat ia memiliki sedikit
waktu bersama, Ardilla hanya ingin mendapatka respon dari Adi dan menunjukkan
betapa sebenarnya Adi tidak pernah melupakannya sedikitpun. Tapi itulah
sempurnanya Adi, meski mungkin ia tidak pernah tahu itu ia selalu bisa membaca
pikiran Ardilla. Ia tidak pernah marah atau meninggalkan Ardilla, bahkan ia
tidak rela meninggalkan Ardilla dalam keadaan seperti itu sampai Ardilla
bersikap baik (tidak marah seperti biasanya) lagi kepadanya. Disaat itu,
sebenarnya Ardilla sudah percaya ternyata memang Adi tidak pernah berniat
meninggalkannya bahkan untuk melupakannya. Adi memiliki respon yang sangat baik
padanya.
Adi, adalah seorang yang sangat baik. semoga
Ardilla bisa menyadari hal itu. Semoga Ardilla bisa berubah menjadi seorang
yang lebih sabar dan tidak mudah marah. Karena sampai kapanpun Adi akan sangat
menyayanginya dan bersikap baik padanya, sehingga Ardilla menjadi benar-benar
pantas untuk Adi, dan demikian juga dengan Adi. Smogaa.. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar