Rabu, 07 Desember 2011

Dinamika Ardilla dan Adi..

Dinamika Ardilla dan Adi..
by: Olla (071211. 10.50pm)
Hallo...semua, kali ini Ardilla tidak akan menceritakan tentang apa yang ia lakukan sehari ini, tapi sedikit bercerita tentang apa yang dia rasakan. Ardilla sama seperti perempuan lainnya, meskipun kesehariannya ia adalah seorang yang sangat keras dan cuek, tapi ternyata dia juga bisa menjadi sangat sensitive dan susah untuk tidak menghiraukan apa yang terjadi disekelilingnya. Malam ini Ardilla, merasakan prilaku yang berbeda dari Adi pacarnya. Ardilla merasa pacarnya terlalu sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak begitu menghiraukan dirinya. Padahal memang Adi, pacarnya saat itu sedang disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akademik dan non-akademik yang sedang ia tekuni, bahkan tak juga jarang ia menceritakan semuanya kepada Ardilla. Namun, Ardilla tetaplah seorang perempuan yang kadangkala dari semua hal yang sebenarnya bisa ia mengerti dengan sebenar-benarnya dikepalanya, tapi perasaannya selalu mendominasi segalanya. Sensitive memang, hatinya tidak dapat menerima kalau kenyataanya Adi itu memang disibukan oleh semua kegiatannya dan menganggap sikap Adi sangat berubah kepadanya. Terkadang Ardilla lebih sering mengiyakan apa yang dia rasakan tentang Adi ketimbang apa yang ia pikirkan tentang Adi. Terkadang ia berpikir wajar saja Adi lebih suka memiliki banyak waktu dikampus dengan teman-temannya sehingga intensitas waktu mereka untuk bertemu menjadi berkurang, meski Adi dan teman-temannya itu memang sedang melakukan suatu hal yang sangat penting. Ya itulah perasaan sensitifnya sering tiba-tiba muncul dan ia merasa tidak terima kalau ia menjadi terabaikan oleh Adi.
Tidak tahulah apa yang ada dipikirannya, apa ia tidak pernah tahu betapa baiknya Adi kepadanya? Apakah ia tidak menyadari betapa Adi meluangkan sekian waktunya untuk bisa bersama Ardilla, meski ditengah kesibukan, kepenatannya dari semua aktivitas yang ia lakukan dikampus? Bahkan tak jarang Adi, ditengah dan disela kesibukannya ia lari sejenak untuk menemui Ardilla, ya katanya “sayang, aku lagi pusing dengan semua yang aku hadapi dikampus sekarang. Aku kesini ingin bertemu kamu karena kalo aku ketemu sama kamu kadang bisa bikin pikiran aku lebih baik”.
Ardilla sebenarnya adalah perempuan yang mudah luluh, betapa senangnya ia mendengar kalimat itu diucapkan oleh pacarnya. Ketika baiknya suasana hatinya Ardilla bisa mengatakan kalimat yang bisa membuat Adi menjadi lebih tenang “iya sayang, aku ngerti dengan semua kesibukan kamu. Kamu harus tetap semangat ya, aku yakin jagoanku pasti bisa melewati ini semua”. Bagi Adi kalimat itu bisa seperti oase ditengah gurun jika diumpakan. Orang lain mungkin dengan mudah berkata, mereka terlalu lebay dalam mengungkapkan perasaannya, tapi memang itulah yang benar ia rasakan.
Namun, ketiga sifat egois Ardilla muncul lagi, meski Adi melakukan banyak pengorbanan untuknya, selalu menemuinya disaat Adi banyak kesibukan, selalu bisa membagi perhatiannya untuk Ardilla. Seakan-akan semua itu tidak berarti untuknya, meski sebenarnya ia tahu itu aadalah bentuk pengorbanan yang dilakukan oleh pacarnya itu. Terlalu berlebihan, kadang ia tidak bisa terima ketika waktu Adi lebih banyak tercurahkan untuk semua aktivitasnya meski disela itu selalu bisa menyempatkan untuknya. Ia berubah menjadi sangat sensitive dan kalap. Ardilla, dengan segala kebutaannya bisa marah hanya masalah waktu Adi sedikit terbagi untuknya. Itulah Ardilla. Tapi, dibalik keras hatinya itu, tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya ia sangat menyayangi Adi, pikirnya.
Lain cerita dengan Adi. Mungkin Adi berpikir, bahwa Ardilla terlalu keras hatinya dan sangat egois. Wajar saja, karena memang Ardilla lebih suka memperlihatkan sikap kerasnya dan ngambek sama Adi ketimbang ia harus mengatakan “Aku sebenarnya, sangat membutuhkan kamu. Bahkan aku tidak bisa hilang dari kamu meskipun aku tahu kamu ada dimana. Aku hanya ingin kamu slalu ada didekatku”. Begitu tinggi gengsinya. Mungkin Adi tidak pernah mengetahui, ketika Ardilla menjadi lebih sensitif disaat ia memiliki sedikit waktu bersama, Ardilla hanya ingin mendapatka respon dari Adi dan menunjukkan betapa sebenarnya Adi tidak pernah melupakannya sedikitpun. Tapi itulah sempurnanya Adi, meski mungkin ia tidak pernah tahu itu ia selalu bisa membaca pikiran Ardilla. Ia tidak pernah marah atau meninggalkan Ardilla, bahkan ia tidak rela meninggalkan Ardilla dalam keadaan seperti itu sampai Ardilla bersikap baik (tidak marah seperti biasanya) lagi kepadanya. Disaat itu, sebenarnya Ardilla sudah percaya ternyata memang Adi tidak pernah berniat meninggalkannya bahkan untuk melupakannya. Adi memiliki respon yang sangat baik padanya.
Adi, adalah seorang yang sangat baik. semoga Ardilla bisa menyadari hal itu. Semoga Ardilla bisa berubah menjadi seorang yang lebih sabar dan tidak mudah marah. Karena sampai kapanpun Adi akan sangat menyayanginya dan bersikap baik padanya, sehingga Ardilla menjadi benar-benar pantas untuk Adi, dan demikian juga dengan Adi. Smogaa.. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar