Malam Keramat di Rumah Orens
By:
Olla, 3 Desember 2011
Selasa malam itu, seperti biasanya
Ardilla dan teman-teman sekontrakannya berkumpul dirumah orens-nya. Seperti
biasa, rumah ini selalu ramai dengan tawa, canda dan cerita diantara mereka
apalagi dihari mereka tidak memiliki aktivitas yang membuat mereka memiliki
kesibukan masing-masing.
Ardilla punya 3 orang sahabat dekat
dirumah itu yaitu Tami, Dian dan Ama. Mereka semua bukanlah tipe orang yang
bisa diam. Tapi Dian memang yang paling diam diantara mereka bertiga meski
sebenarnya dalam skala normal Dian tidak termasuk orang yang seperti itu. Tami
dan Ama adalah teman Ardilla yang mereka sering sebut orang cangak. Cangak
mereka artikan adalah sebagai orang yang periang, senang membuat lucu dan terkadang
jail, sama dengan Ardilla dan kedua temannya. Karena itulah, Dian menjadi orang yang paling calm diantara mereka semua, dan biasanya
hanya menanggapi semua kejadian lucu dengan tertawa bahak tanpa ikut terlibat
dalam segala kekonyolan yang terjadi dirumah itu. Begitulah Dian.
****
Paginya, Tami dan Ardilla tidak ada
jadwal dan Ama hanya kuliah sampai pukul 10 pagi, hingga seisi rumah itu
kembali ramai oleh mereka bertiga. Maklumlah mahasiswa tingkat akhir yang sudah
mulai longgar jadwal kuliahnya. Kebetulan Tami saat itu sedang dipinjami kamera
oleh temannya, tidak tahulah siapa.
Sehingga, saat itu mereka habiskan waktunya untuk berfoto-foto. Ardilla
dan Tami sangat menyukai fotografi dan terlebih Tami sangat senang mengedit
foto koleksi pribadinya.
****
Malam itu, saat mereka semua asik
bercengkrama diruang tv datanglah Diki pacarnya Ama. Karena itu Ama langsung
saja meninggalkan teman-temannya untuk menemui pacarnya. Tak ada yang salah,
karena begitulah biasanya diantara mereka berempat. Kadang Diki mau ikut
bergabung bersama mereka berempat, tapi tak ada salahnya juga kadang mereka
membutuhkan waktu untuk mereka bersama-sama, eh kecuali Tami karena saat ini
sedang jomlo.hehee..
Karena setelah Ama pergi keruangannya
bersama Diki, suasana kembali menjadi sepi, saat itu lah Ardilla, Tami, dan
Dian kembali dengan kesibukan masing-masing. Tetapi Tami dan Dian saat itu terlihat
bersama dikamarnya Tami. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat itu, mereke
terlihat asik berdua dan tertawa geli dengan kegiatan mereka lakukan saat itu.
Tak ambil pusing Ardilla yang cukup penasaran dengan suara cekikikan
teman-temannya itu, dia tetap melanjutkan kesibukannya dengan laptop
kesanyangannya.
Sesaat kemudian, Ardilla mendengar suara
panggilan temannya dari kamarnya Tami dan menanyakan suatu hal kepadanya.
Langsung saja, Ardilla mendatangi teman-temannya itu kekamar Tami. Ternyata,
yang membuat mereka tertawa sejak tadi itu adalah Tami dan Dian sedang asyik
mengedit foto Ama yang mereka (Ardilla. Tami, dan Ama) ambil tadi pagi. Ternyata,
pagi itu ada sebuah foto Ama dengan pose sedang mencium keteknya. Tidak bermaksud sengaja, melihat foto tersebut Tami dan
Dian memiliki ide untuk iseng dan jail terhadap foto tersebut. Tami dengan
segala keahlian dia mengedit foto, dia mengubah foto tersebut, jadi jika orang
melihatnya itu foto sangat “lucu” sekali.
Setelah itu, Ardilla dipanggil kekamar
karena tami menanyakan sebuah kata yang sering dilontarkan oleh Ardilla dalam
bahasa Inggris ketika melihat suatu hal yang menjijikkan.
“Laa… sini deh”, teriak Tami.
“Ada apa tam??” Tanya Ardilla.
“Bahasa Inggrisnya jijik yang sering lu
sebutin, apa deh?” Tanya tami balik.
“Emang kenapa tam?ICKEY. bentar ya gue ke kamar lo,” jawabnya dengan setengah teriak.
Lalu Ardilla berjalan mendatangi kamarnya
Tami, dan ternyata Ardilla melihat bahwa Tami sedang tertawa bahak saat
mengedit foto Ama. Ardilla pun tergoda untuk ikut dengan kejailan mereka
tersebut.
“Ya ampun, ternyata kalin tertawa karena
init oh..”
“Iya.. udah lo diem aja deh. Hahaa..”
kata tami
“Eh, kira-kira Ama marah ga ya??” Tami
kembali berceletuk.
Tapi tak seorang pun yang menanggapi
celetukan Tami tersebut dan kemudian mereka kembali tertawa bahak. Mendengar
hebohnya mereka bertiga yang kemudian mengundang Ama untuk datang ke kamar
tersebut saking penasarannya.
“Ada apa sih kalian, ketawa-tawa kayanya
seru banget deh. Ada apa sih?” kata Ama.
Langsung saja mereka bertiga sangat
kaget, melihat Ama berada di depan pintu kamar Tami, dengan spontan Tami
menutup laptopnya. “Hmmm… gak ada apa-apa kok” sahut tami, dan mereka semua
mengelak agar Ama tidak jadi melihat laptop tersebut sambil mereka membujuk Ama
untuk kembali ke kamarnya agar mereka bisa melanjutkannya. Foto itu akhirnya
jadi, spontan ide jahil mereka muncul lagi
untuk meng-upload foto tersebut ke sebuah account
dunia maya yang mereka miliki.
Mereka berpikir ini hanya sebuah lelucon
diantara mereka dan tidak berfikir lain selain itu. tetapi ternyata, kejadian
itu membuat Ama menjadi sangat marah dan tidak menegur teman-temannya. Semanjak
saat itu suasana menjadi berubah. Biasanya mereka terlihat kompak, rumah yang
selalu ramai dengan suara anak yang terlihat gembira berubah menjadi sepi.
Ardilla dan teman-temannya tahu, perubahan sikap Ama adalah karena foto itu. Mereka
sangat merasa bersalah atas kejadian tersebut. Suasana rumah jadi berubah,
karena tidak biasanya Ama seperti itu.
“Ama, maafkan kami, karena gue dan
temen-temen ga maksud bikin lo marah. kita temen-temen lo sayang sama elo Ma…
Semoga suasana seperti ini tidak bertahan lama, kami sangat sangat merindukan
suasana rumah orens yang hangat dan penuh tawa seperti biasanya…”
*mendadak canggung deh gue sama sahabat
baik gue satu ini. Dari hati yang terdalam gue bener-bener minta maaf atas
kejadian itu Ma. Moga kita tetep jadi BEST FRIEND yaa :* muaaaaah cipok basah
(Diantara malam-malam gue yang pernah dihantui makhluk gaib dirumah itu, inilah
malam terkeramat gue dirumah itu… smoga lekas membaik. I hope J)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar