Minggu, 04 Desember 2011

Malam Keramat di Rumah Orens


Malam Keramat di Rumah Orens
By: Olla, 3 Desember 2011

Selasa malam itu, seperti biasanya Ardilla dan teman-teman sekontrakannya berkumpul dirumah orens-nya. Seperti biasa, rumah ini selalu ramai dengan tawa, canda dan cerita diantara mereka apalagi dihari mereka tidak memiliki aktivitas yang membuat mereka memiliki kesibukan masing-masing.
Ardilla punya 3 orang sahabat dekat dirumah itu yaitu Tami, Dian dan Ama. Mereka semua bukanlah tipe orang yang bisa diam. Tapi Dian memang yang paling diam diantara mereka bertiga meski sebenarnya dalam skala normal Dian tidak termasuk orang yang seperti itu. Tami dan Ama adalah teman Ardilla yang mereka sering sebut orang cangak. Cangak mereka artikan adalah sebagai orang yang periang, senang membuat lucu dan terkadang jail, sama dengan Ardilla dan kedua temannya. Karena itulah, Dian menjadi orang yang paling calm diantara mereka semua, dan biasanya hanya menanggapi semua kejadian lucu dengan tertawa bahak tanpa ikut terlibat dalam segala kekonyolan yang terjadi dirumah itu. Begitulah Dian.
****
Paginya, Tami dan Ardilla tidak ada jadwal dan Ama hanya kuliah sampai pukul 10 pagi, hingga seisi rumah itu kembali ramai oleh mereka bertiga. Maklumlah mahasiswa tingkat akhir yang sudah mulai longgar jadwal kuliahnya. Kebetulan Tami saat itu sedang dipinjami kamera oleh temannya, tidak tahulah siapa.  Sehingga, saat itu mereka habiskan waktunya untuk berfoto-foto. Ardilla dan Tami sangat menyukai fotografi dan terlebih Tami sangat senang mengedit foto koleksi pribadinya.
****
Malam itu, saat mereka semua asik bercengkrama diruang tv datanglah Diki pacarnya Ama. Karena itu Ama langsung saja meninggalkan teman-temannya untuk menemui pacarnya. Tak ada yang salah, karena begitulah biasanya diantara mereka berempat. Kadang Diki mau ikut bergabung bersama mereka berempat, tapi tak ada salahnya juga kadang mereka membutuhkan waktu untuk mereka bersama-sama, eh kecuali Tami karena saat ini sedang jomlo.hehee..
Karena setelah Ama pergi keruangannya bersama Diki, suasana kembali menjadi sepi, saat itu lah Ardilla, Tami, dan Dian kembali dengan kesibukan masing-masing. Tetapi Tami dan Dian saat itu terlihat bersama dikamarnya Tami. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat itu, mereke terlihat asik berdua dan tertawa geli dengan kegiatan mereka lakukan saat itu. Tak ambil pusing Ardilla yang cukup penasaran dengan suara cekikikan teman-temannya itu, dia tetap melanjutkan kesibukannya dengan laptop kesanyangannya.
Sesaat kemudian, Ardilla mendengar suara panggilan temannya dari kamarnya Tami dan menanyakan suatu hal kepadanya. Langsung saja, Ardilla mendatangi teman-temannya itu kekamar Tami. Ternyata, yang membuat mereka tertawa sejak tadi itu adalah Tami dan Dian sedang asyik mengedit foto Ama yang mereka (Ardilla. Tami, dan Ama) ambil tadi pagi. Ternyata, pagi itu ada sebuah foto Ama dengan pose sedang mencium keteknya. Tidak bermaksud sengaja, melihat foto tersebut Tami dan Dian memiliki ide untuk iseng dan jail terhadap foto tersebut. Tami dengan segala keahlian dia mengedit foto, dia mengubah foto tersebut, jadi jika orang melihatnya itu foto sangat “lucu” sekali.
Setelah itu, Ardilla dipanggil kekamar karena tami menanyakan sebuah kata yang sering dilontarkan oleh Ardilla dalam bahasa Inggris ketika melihat suatu hal yang menjijikkan.
“Laa… sini deh”, teriak Tami.
“Ada apa tam??” Tanya Ardilla.
“Bahasa Inggrisnya jijik yang sering lu sebutin, apa deh?” Tanya tami balik.
“Emang kenapa tam?ICKEY. bentar ya gue ke kamar lo,” jawabnya dengan setengah teriak.
Lalu Ardilla berjalan mendatangi kamarnya Tami, dan ternyata Ardilla melihat bahwa Tami sedang tertawa bahak saat mengedit foto Ama. Ardilla pun tergoda untuk ikut dengan kejailan mereka tersebut.
“Ya ampun, ternyata kalin tertawa karena init oh..”
“Iya.. udah lo diem aja deh. Hahaa..” kata tami
“Eh, kira-kira Ama marah ga ya??” Tami kembali berceletuk.
Tapi tak seorang pun yang menanggapi celetukan Tami tersebut dan kemudian mereka kembali tertawa bahak. Mendengar hebohnya mereka bertiga yang kemudian mengundang Ama untuk datang ke kamar tersebut saking penasarannya.
“Ada apa sih kalian, ketawa-tawa kayanya seru banget deh. Ada apa sih?” kata Ama.
Langsung saja mereka bertiga sangat kaget, melihat Ama berada di depan pintu kamar Tami, dengan spontan Tami menutup laptopnya. “Hmmm… gak ada apa-apa kok” sahut tami, dan mereka semua mengelak agar Ama tidak jadi melihat laptop tersebut sambil mereka membujuk Ama untuk kembali ke kamarnya agar mereka bisa melanjutkannya. Foto itu akhirnya jadi, spontan ide jahil mereka muncul lagi untuk meng-upload foto tersebut ke sebuah account dunia maya yang mereka miliki.
Mereka berpikir ini hanya sebuah lelucon diantara mereka dan tidak berfikir lain selain itu. tetapi ternyata, kejadian itu membuat Ama menjadi sangat marah dan tidak menegur teman-temannya. Semanjak saat itu suasana menjadi berubah. Biasanya mereka terlihat kompak, rumah yang selalu ramai dengan suara anak yang terlihat gembira berubah menjadi sepi. Ardilla dan teman-temannya tahu, perubahan sikap Ama adalah karena foto itu. Mereka sangat merasa bersalah atas kejadian tersebut. Suasana rumah jadi berubah, karena tidak biasanya Ama seperti itu.
“Ama, maafkan kami, karena gue dan temen-temen ga maksud bikin lo marah. kita temen-temen lo sayang sama elo Ma… Semoga suasana seperti ini tidak bertahan lama, kami sangat sangat merindukan suasana rumah orens yang hangat dan penuh tawa seperti biasanya…”
*mendadak canggung deh gue sama sahabat baik gue satu ini. Dari hati yang terdalam gue bener-bener minta maaf atas kejadian itu Ma. Moga kita tetep jadi BEST FRIEND yaa :* muaaaaah cipok basah (Diantara malam-malam gue yang pernah dihantui makhluk gaib dirumah itu, inilah malam terkeramat gue dirumah itu… smoga lekas membaik. I hope J)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar