Semuanya Hanya Sebuah
Kebetulan Saja..
[By : Olla, 9
Jan 2012/20 Jan 2012, 0:30am-2:55 am]
Malam itu, Ardilla dan Adi
memiliki sedikit waktu lebih banyak untuk berleha-leha, tanpa kesibukan ekstra-kampus (baca:
kegiatan organisasi) seperti biasanya. Namun mereka masih saja harus mengerjakan
beribu tugas kampus yang tidak henti-hentinya. Maklum saja, karena hal ini
pasti dialami oleh semua mahasiswa aktif dikampusnya. Pada malam itu, Ardilla tidak
bisa mengakses internet di rumah kontrakannya, karena sedang ada
gangguan. Jadi, ia mengajak Adi untuk internet-an di kampus saja.
Tak seperti biasanya, malam itu
Ardilla siap-siap ke kampus mengenakan sebuah syal. Biasanya cukup dengan setelan kaos, sweater, jilbab, dan celana jins. Hanya pada malam itu, dia memilih
untuk mengenakan sebuah syal yang pernah diberikan oleh seseorang kepadanya
diantara syal-syalnya yang lain. Entah dengan firasat apa, Ardilla jadi
berangkat ke kampus bersama Adi pacarnya. Malam itu, ia pergi ke spot internet
kampus dimana mereka biasa browsing internet
disana dan juga ramai sekali teman-teman Adi yang mereka temui. Jadi, ngenet dikampus pun gak kalah ramai jika
dibandingkan dengan ngenet di warnet,
gratiss lagi.
Maklum
kampus mereka memang sudah terkenal dengan kesibukan mahasiswanya di kampus
siang dan malam, meskipun itu hari libur sekalipun. Ada-ada saja kegiatan yang
dapat mereka lakukan. Jika siang hari merka sangat padat dengan kegiatan
perkuliahan, maka malamnya adalah waktu penuh tercurah untuk tugas kuliah
ataupun kegiatan organisasi yang menuntut komitmen yang tinggi bagi mereka yang
mengikuti. Alhasil, kampus ini selalu bernyawa dengan aktifitas mahasiswanya
yang tiada henti.
Balik
lagi, ke cerita Ardilla dan Adi yang malam itu ngenet dikampus untuk menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
Sampai pada akhirnya, mereka tidak sadar bahwa mereka telah berada dikampus
sampai jam 2 pagi. Langsung saja Ardilla bergegas pulang lebih awal dari
teman-temannya yang lain.
“Di.. kamu
udahan belum tugasnya? Udah tengah malam ternyata, kita pulang yuuk??” kata
Ardilla.
“Oh iya
yaa.. aku juga ga sadar, asik banget soalnya. Ayook kita pulaang”, tanggap Adi
sambil bergegas mengemasi laptop dan lain-lain. “Eh…brot, gue duluan cabut yah,
udah pagi nih kasian cewe gue udah ngantuk banget” sambungnya pada
teman-temannya.
“Oh iya
Di.. duluan aja. Langsung pulang lo, jangan bawa muter kemana-mana dulu!!”
jawab temannya dengan gaya sok melindungi Ardilla.
“Iyee..iyeeh..!!”,
jawab Adi. “Yok sayang, pulaang..” Adi merangkul Ardilla untuk pulang.
“Tapi Di,
aku laper. Kamu mau makan dulu ga sebelum kita pulang?” jawab Ardilla sambil
memegang perutnya yang begitu kelaparan. Maklum cewe ini jarang sekali makan
katanya sih malas makan, tapi sekalinya lapar dan minta makan porsi makannya
pun gak kalah banyak sama kuli bangunan yang 3 hari gak makan. (heheee.. yang
ini gue lebay).
“Kamu mau
makan dulu? Makan dimana sayang, udah malam begini kamu mau cari makan
dimana?”, jawab Adi setengah kebingungan.
“Gimana
kalo kita makan di warkop aja? Tempat langganan kamu, aku pengen banget makan
mie rebus yang”, jawab Ardilla begitu yakin.
Memang
kalau tempat makan normal bagi seorang cewe untuk tengah malam begini sudah
tutup semua (Maksudnya tempat makan warnas, warteg, café disekitar kampus yang normalnya
lebih sering dijumpai makhluk bernama wanita), makanya Adi bilang sudah tidak
ada. Tapi, kalau warkop memang selalu pasti aja ada. Dan Adi memang suka
nongkrong disana bersama teman-teman kelasnya atau sama senior-seniornya.
“Oh gitu.
Yakin??.... yaudah yuuuk” Jawab Adi, setelah mendapat respon anggukkan dari
pacar kesayangannya itu.
Akhirnya,
pada malam itu setelah mereka selesai mengerjakan tugasnya merka jadi pergi
makan disebuah warkop langgangannya. Namun, pada awalnya saat mendekati tempat
itu, Adi sempat melanjutkan laju motornya untuk terus pulang.
“Sayang..kita
pulang aja ya, udah malam ga enak cewe makan tengah malam di warkop”, kata Adi
terus melesat melewati warkop itu.
“Adiiii…
gak mauuu. Aku laper banget Di. Bisa Matii..”
“Diii..Dii..
ayok balik lagi, aku udah pengen banget makan mie rebus”, rengek Ardilla dengan
sedikit memaksa.
“Arghhh..
banyak orang la….. [………….]. Yaudah, yaudah.. warkop di depan itu aja ya. Males
kalo balik lagi” tunjuk Adi ke Arah warkop yang lain.
“Engga Di,
aku maunya tempat yang satunya lagi. Ayok Di balik.”, jawab Ardilla. Namun
entah karena apa, Ardilla sangat ingin makan di tempat itu. Akhirnya pun Adi
putar balik, lalu segera menuju warkop langganannya itu.
Sesampai
disana, ternyata sedang ramai pembeli. Namun tidak satupun diantara mereka ada
seorang wanita, kecuali Ardilla. Ardilla pun agak canggung (baca: malu)
memasuki tempat tersebut, tetapi karena panggilan biologi yaitu rasa lapar yang
teramat sangat, Ardilla seakan mati rasa akan hal itu. Akhirnya ia masuk
memilih tempat dimana cuma dia dan Adi yang makan disana. Tapi tidak beberapa
kemudian Ardilla mendengar sapaan untuk dirinya.
“Heyy..
Dilla,?” sapa seorang laki-laki yang memang dikenalnya. “Habis dari mana la?kok
malam banget?”, kemudian tanyanya.
“Eh..bang..iya
nih bang balik dari kampus habis ngerjain tugas. Di kontrakan lagi ga bisa
internet-an bang.”, jawab Ardilla sedikit gugup.
“Bener
ngerjain tugas? Adi, bener lo habis ngerjain tugas sama Ardilla? Jangan
macem-macem, Dilla itu adik gue juga ya!”, sahutnya dengan pertanyaan dan
ditambah dengan sedikit pernyataan, lagi-lagi orang itu bicara dengan nada sok
melindungi atau hanya ingin terlihat lebih akrab dengan mereka terutama
Ardilla.
“Iya
bang..”, jawab Adi dusambung dengan senyuman setelahnya.
Setelah terlibat
beberapa percakapan diantara mereka, mie rebus pesanan pun datang. Ardilla,
tampaknya sangat senang setelah melihat mie yang ia tunggu-tunggu akhirnya
datang juga. Mereka makan sangat lahap sekali. Sudah lapar sekali tampaknya.
Tidak lama
kemudian, dari balik tembok yang membatasi antara Ardilla dan Adi dengan
seniornya itu ternyata mereka mendengar banyak suara. Ardilla langsung saja
berkomentar “waah.. ternyata mereka banyak dan itu semua kakak kelas aku, jadi
gak enak nih Di”, katanya.
“Iya, gak
apa-apa, udah kamu abisin cepet makannya.”, perintah Adi.
Semakin
lama, semakin Ardilla berfikir bahwa mereka itu semua ternyata adalah
teman-teman mantannya Ardilla, mantannya yang sudah pindah ke salah satu
universitas negri yang juga cukup ternama di negri ini, yang cukup merangsang
Ardilla untuk bercerita cukup banyak kepada Adi. “Adi, mereka itu semua kok
kayanya temen-temennya Brian semua ya, jangan-jangan disana ada Brian lagi.
Aduh mana aku cerita-cerita tentang dia lagi sama kamu Di. Mereka denger gak
ya?”, Ardilla mulai rusuh saat itu.
Tidak lama
setelah itu, seniornya itu selesai makan dan segera meninggalkan tempat itu.
Sempat sebelum pergi meninggalkan tempat itu, mereka menyapa Ardilla kembali
dan pamitan untuk balik duluan. Tak disangka-sangka, saat Ardilla menoleh ke
belakang memang disana ada Brian, dan mereka juga saling sapa.
Ardilla
langsung saja shock, karena ini semua
kebetulan yang tidak disangka-disangka. Dimulai saat berangkat kekampus ia
mengenakan sebuah syal pemberian seseorang, ya itu.. itu adalah syal pemberian
Brian, saat mereka bermaksud untuk membatalkan makan disana, tapi entah karena
apa mereka kembali ke tempat itu dan makan disana, dan di tempat itu juga
Ardilla dengan tidak sengaja sangat terbuka sekali kepada Adi bercerita tentang
Brian, dan tidak disangka-sangka memang orang itu sedang berada ditempat yang
sama setelah sekian lama mereka tidak bertemu dan Brian pun sudah pindah ke
Universitas lain beda kota. Ini memang sebuah kebetulann.
Mungkin tidak ada yang special dari
sebuah cerita kebetulan Ardilla ini, tapi ini sebuah firasat dan kejadian yang
sangat kebetulan sekali dan tak terduga-duga. Bahkan hal inipun bisa terjadi
kepada siapapun. Bagi yang mendengarkan ataupun yang memebaca ini kisah biasa
saja, tapi bagi yang mengalami dan bahkan ini terjadi diantara mereka yang
memang memiliki ikatan atau dulunya memiliki sebuah ikatan yang mungkin berarti
atau pernah berarti buat mereka, maka kejadian ini mungkin saja menjadi special
buat yang merasakannya.
====================================================================================
[[Sekali lagi, jangan pernah bosan
membaca blog ini, karena disini bisa saja ditulis kisah apa saja, dari yang paling
gak penting menurut pembaca semua sampai kisah yang begitu penting bagi penulis
ataupun menjadi sangat berarti bagi kalian semua yang membaca. Dari tulisan ini
saya berlatih menulis, dan belajar untuk lebih baik lagi dari komentar dan
saran-saran untuk membangun tulisan saya menjadi lebih bernyawa dan menarik
untuk di baca. Trimakasih untuk semua yang telah membaca, ataupun bahkan
meninggalkan sedikit komentarnya yang bisa memberi semangat untuk penulis agar
terus berlatih menulis.]]
====================================================================================
hohohoho.. seru kayaknya iah.. :PPP
BalasHapushahahahaaa :D
Hapus