Kamis, 19 Januari 2012

Keteguhan dan Ketegaran Hatinya


Keteguhan dan Ketegaran Hatinya

 [By: Olla, 20 Jan 2012/4:05 am]
Diantara sekian banyak kisahnya tentang kisah percintaan, persahabatanya, kesehariannya. Disini juga akan di kisahkan bagaimana mimpi Ardilla yang sangat besar untuk pendidikan dan masa depannya ataupun tentang personalnya. Ardilla merupakan anak pertama dan anak perempuan satu-satunya dari tiga orang bersaudara. Ardilla adalah perempuan yang sangat tegar, mandiri dan sangat dewasa dikeluarganya terlebih semanjak ayahnya yang meninggal beberapa tahun lalu tepat sebelum ia memasuki bangku kuliah. Walaupun di depan Adi dia lebih sering bersikap seperti anak kecil 5 tahun, tapi inilah Ardilla sebenarnya di lingkungan keluarganya.
Ardilla terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, sehingga ia pun tumbuh dengan kesederhanaan yang melekat pada dirinya. Semasa hidup ayahnya, Ardilla sangatlah disayangi oleh ayahnya. Begitupun juga dengan Ardilla, karena ia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Dahulu Ardilla sebenarnya manja dengan ayahnya, tapi setelah ayahnya tiada ternyata Ardilla bisa bersikap lebih dewasa dikeluarga karena memang dahulu kemanjaannya itu hanya kepada ayahnya saja. Tapi mungkin sekarang ia merasa Adi (pacarnya) juga bisa menjadi pengganti ayahnya, entah karena apa Ardilla terkadang menjadi sangat manja kepada Adi dibanding dengan teman dekat yang dulu penah dikenalnya, ia sangatlah cuek.
Satu kebahagiaan terakhir yang tidak akan pernah Ardilla lupakan sebelum ia tidak akan pernah melihat ayahnya untuk selamanya, yaitu ketika ia lulus SMA Ardilla diterima tanpa tes disebuah Perguruan Tinggi Negri ternama di negri ini. Kala itu, ayah Ardilla sangatlah bahagia sekali menerima kabar tersebut. Sampai-sampai copy-an surat undangan penerimaan mahasiswa baru itu, dibawanya kemana-mana untuk ditunjukkannya kepada teman-temannya. Begitu senang dan bangganya ia kepada anak perempuan satu-satunya itu. Dan waktu itu, ayah Ardilla pun bertekad untuk mengantarkan anaknya yang akan kuliah ke seberang pulau sampai ia benar yakin anaknya akan selamat, aman, dan merasa sangat nyaman untuk melanjutkan pendidikannya disana.
Namun, saat itu takdir Tuhan berkata lain. Sebulan sebelum keberangkatan Ardilla ke Pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikannya, kedua orang tuanya mendapat musibah kecalakaan. Ayah Ardilla mendapat luka yang sangat parah sampai ayahnya harus dirujuk ke rumah sakit di luar kota, karena tidak sanggup menangani luka ayahnya yang sangat parah. Suatu peristiwa yang tidak dapat ditolak dan takdir memang harus terjadi. Ayah ardilla akhirnya menemui usia akhirnya setelah sampai di rumah sakit rujukan dan sempat menerima beberapa perlakuan dari dokter untuk menolong ayahnya.
Saat itu, Ardilla ingin mengis sangat keras sekali dan berteriak, “Tuhaaaaaanku.. tolong jangan ambil ayahku sekarang…”. Tapi Ardilla tidak dapat melakukannya, karena bagaimana mungkin ia memperlihatkan kesedihannya yang begitu dalam disamping ia harus menenangkan kedua adiknya dan membuat ibunya bisa semakin tabah dan kuat yang juga mengalami kecelakaan tersebut. Pada saat itu Ardilla, berusaha menahan semua kesedihannya di depan semua orang.
Kesedihan tidak boleh berlarut begitu lama, meskipun kenangan tentang ayahnya selalu abadi untuknya, ibunya dan adik-adiknya. Karena itulah, yang membuat semangat Ardilla semakin memuncak untuk melanjutkan ke PTN yang menerimanya tanpa tes. Karena ia sangat yakin bahwa ayahnya pasti sangat menginginkan hal itu terjadi. Meskipun pada awalnya, Ardilla hanya ingin kuliah dekat dengan kota kelahirannya dan juga ibunya mulai menentang keinginannya itu, karena ibunya yang masih sangat dalam merasakan kehilangannya setelah ayah Ardilla meninggal dan ditambah lagi Ardilla akan meninggalkan rumah untuk waktu yang cukup lama dan jarak yang sangat jauh baginya.
Karena ayahnya, karena ibunya dan adik-adiknya itulah Ardilla tidak henti mengejar mimpi-mimpinya walaupun iya harus meninggalkan rumah dengan waktu yang lama dan jarak yang sangat jauh dari orang tuanya. Ardilla pergi meninggalkan rumahnya untuk melanjutkan pendidikannya sebulan setelah ayahnya wafat, dan suasana duka masih lekat pada dirinya dan keluarganya. Tapi apa boleh buat, Ardilla memang harus berangkat pada saat itu juga untuk daftar ulang masuk PTN. Saat itu, Ardilla memampukan dirinya untuk bisa mengantarkan diri sampai di Bogor, Jawa Barat tanpa ditemani oleh ibunya. Meskipun kesedihan kerap menghampiri dirinya, ketika hari pertama penerimaan ia melihat begitu banyak teman-teman barunya dan mereka kebanyakan diantarkan oleh keluarga atau paling tidak ditemani oleh ayah atau ibu saja. Tapi tidak dengan Ardilla, dia harus bisa menelan bulat-bulat kenyataan yang ada dihadapannya. Bahwa ia pasti bisa melewati semuanya sendiri, dan dilangkah kaki pertamanya dengan doa dan tekad sebisa mungkin ia tidak ingin lagi merepotkan orang tuanya, kabar baiklah yang akan selalu ia kirimkan pulang.
Sekarang Ardilla menjalani kehidupannya di kota baru dan kehidupan baru jauh dari kota kelahirannya dan tentu saja jauh dari keluarganya. Kenyataan hiduplah yang semakin membuat semangatnya selalu menyala untuk bisa bertahan jauh dari keluarga. Sehingga nantinya pun Ardilla benar bisa membahagiakan orang tua dan seluruh keluarga besarnya dengan semua mimpi yang akan dikejarnya.
Pada tahun kdeua Ardilla sempat mengambil masa cuti kuliah karena sakit dan dua kali operasi sehingga ia perlu mengambil masa istirahat untuk memulihkan kondisinya. Meskipun ia tertinggal dari teman-teman seangkatannya, hal ini tidak membuat ia patah semangat untuk terus maju. Satu hal, yang sangat Ardilla inginkan adalah, membahagiakan ibunya, orang tua satu-satunya yang dia miliki sekarang. Sehingga ketika sudah lulus dan bekerja mapan ia ingin membantu meringankan beban ibunya membesarkan adik-adiknya dan membawa ibu selalu bersamanya sampai ia tua nanti, ia harus bersama-sama ibunya meskipun sudah berkeluarga dan bisa merawat ibunya dihari tua nanti.Semoga.











4 komentar:

  1. olllaa,,,
    keren,,,ceritanyaa..

    terharu gw...
    keep spirit sayang,,,
    disini ada bnyk tmn2 lo termasuk gw yg siap diajak sedih,seneng, duka, bahagia..

    comeon baby figth3x,, :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee.. makasih maa :D
      carita2 lo juga bagus ma, diposting di blog juga atuh..
      biar bisa dibaca dan di apresiasi banyak orang :)

      Hapus
  2. Nitip salam buat Ardilla kak..moga dia tetep sabar dan percaya kalau ketegarannya gak bakal sia-sia..hehe

    BalasHapus
  3. Amiin ya Rabbal alamin. iya sa, nanti disampaikan salam nya..
    Keep fight for u too :D

    BalasHapus